Privatisasi Vs Nasionalisasi
February 13, 2008 by banze
Belakangan ini ketika banyak orang di negeri kepulauan ini heboh ribut masalah boleh tidaknya merayakan valentine…(haiyah) hangat lagi berita tentang Venezuela di televisi, dimana Pengadilan internasional memenangkan perseteruan antara negara tersebut dengan salah satu perusahaan minyak terbesar asal USA, ExxonMobil, negara produsen Miss Universe ini, dibawah pimpinan Hugo Chaves telah mengambil langkah sangat berani dengan “mengusir” ExxonMobil dari tanah negeri Amerika Latin tersebut.
Berawal dari keputusan Pemerintah Venezuela yang mengubah kebijakannya di bidang minyak dan gas dengan “memaksa” semua perusahaan minyak asing yang beroperasi di Venezuela untuk menyerahkan minimum 60% kepemilikan mereka atas wilayah operasi minyak yang mereka miliki kepada PDVSA (Petroel de Venezuela SA) sebagai Venezuela National Oil Company alias Nasionalisasi besar-besaran. Bisa dikatakan memaksa karena Chavez hanya memberikan pilihan keluar dan tidak beroperasi lagi di Venezuela jika mereka keberatan dengan keputusan tersebut. ExxonMobil adalah salah satu oil company yang menolak menyerahkan kepemilikan lahan migasnya di negara tersebut dan memutuskan hengkang dari negeri itu dengan membawa pemerintah Venezuela ke pengadilan internasional.
Terlepas dari keputusan pengadilan yang ternyata memenangkan Exxon dan berdampak pada pembekuan US$12 juta asset PDVSA diseluruh dunia, kita patut mengacungkan jempol (keatas ;p) atas keberanian pemimpin negeri itu membela kepentingan negaranya. Hal yang sangat kontras justru terjadi di negeri gemah ripah loh jinawi (telaaaahhh….;p) yang sekarang sedang woro-woro heboh dengan privatisasinya…bahasa kerennya, rame2 jual aset negara;-p
Gue masih inget banget waktu OJT awal 2006 lalu, Pertamina lagi rebutan blok CEPU dengan Exxon karena konon di wilayah ini terdapat cadangan minyak proven yg sangat besar sekitar 600juta barrels…Pertamina saat itu dibawah pimpinan Widya Purnama selaku Direktur Utama mengklaim bahwa Pertamina mampu mendevelop blok Cepu tanpa bantuan Exxon sehingga Exxon tidak perlu memperpanjang kontraknya di blok tersebut dan keukeh menginginkan Pertamina menjadi Operator Blok Cepu, tapi beliau malah dilengserkan dan digantikan bapak yang terhormat Ari Sumarno yang dengan penuh percaya diri mengatakan sebaliknya yaitu Pertamina belum mampu untuk mendevelop blok Cepu karena memerlukan teknologi tinggi alias EOR untuk merecover minyak…buset deh…kemane aja bung?? Tidur?? Coba diitung aja udah berapa kali Pertamina ulang tahun, apa gak cukup buat belajar?? untuk hal ini kita acungkan jempol (kebawah…;p) juga buat bapak dirut yang terhormat.
Negara dengan kekayaan alam berlimpah ini tidak mampu berbuat apa-apa jika kekayaan alamnya dipindah tangankan ke negara lain, ada banyak alasan yang dipakai mulai dari masalah modal sampai alasan teknologi alias gak nyampe otaknya hehe…
Kalau dipikir2, mosok sih gak punya duit?? Lah utang luar negeri kita yang berjibun itu duitnya kemana?? Otak gak mampu?? Mosok sih?? Sepertinya tidak ada yang tidak bisa ditemukan di Indonesia orang2 belum kenal LNG, kita sudah jadi Negara pengeksport LNG terbesar dengan Bontang LNG Plant nya sejak tahun 1971. Kita punya refinery, pabrik pupuk terbesar di ASEAN, Geothermal, methanol plant etc. Untuk teknologi upstream alam kita tidak kalah beraneka ragam kondisinya, mulai dari onshore yang paling mudah di develop, shallow sampe deep water, bahkan kita juga punya sebuah Floating Production Storage Offloading (FPSO) yang konon menelan biaya sangat gleeekkk ;p mosok masih dibilang orang2 nasional gak mampu?? Bahkan system Production Sharing Contract (PSC) yang saat ini banyak digunakan negara2 penghasil minyak di dunia juga “Made in Indonesia”, tidak seperti Malaysia yang banyak mengeruk keuntungan dari system asli buatan Indonesia tersebut, yang terjadi di Negara ini justru sebaliknya…semakin miskin dan sumber daya alam semakin menipis, seperti halnya jaman penjajah dulu ternyata saat inipun masih banyak orang-orang yang tega “menjual” negaranya demi sekoper dollar.
Posted in Sok tau | 1 Comment
Leave a Reply
selama ada dhuit negara yang masih bisa buat bancakan, kenapa tidak…?
ayo bancakan yooooo….