We’re looking one by one starting from big player countries…hmm ternyata di slide pertama dengan megahnya nama Indonesia terpampang sebagai the bigest LNG exporter in the world setidaknya masih sampai tahun 2007 sebelum Qatar memulai produksi Qatargas 2, Qatargas 3 dan Qatargas 4 yang rencananya akan berproduksi masing2 mulai tahun 2008, 2009 dan 2010, belum lagi Rasgas 3 yang masing2 train kapasitasnya sekitar 7.8 mtpa, melebihi kapasitas 2 train kilang LNG terbaru kita yang ada di Papua. sepertinya Indonesia sebentar lagi harus merelakan gelar number 1 LNG producer itu jatuh ke tangan Qatar dan yg tersisa tinggal gelar negara terkorup hehehe…
Ada seorang teman dari Qatar berkata kepada saya…u have to teach me your language, in my company which is he is from Qatargas, dari level senior manager sampai engineer hampir semua nya org Indonesia, jadi hampir 75% karyawannya adalah orang Indonesia…jadi Indonesia bukan cuma bisa mengeksport TKW yang bekerja sebagai PRT tapi juga ikut membantu suksesnya program pemerintah Qatar yang memang committed to become a leader in LNG business. Sebaliknya kalau kita lihat project LNG terbaru kita yang tiada lain dan tiada bukan Tangguh LNG Project…berjibun bule2 dengan gaji hampir 10 kali lipat dari gaji karyawan nasional kita plus semua fasilitas yang mereka dapatkan hilir mudik datang dan bekerja di Papua. Kalau ditanya, kenapa harus pake orang bule sih, emang orang indonesia gak ada yang mampu?? sejak tahun 1971 gitchu loh…Indonesia sudah berkecimpung di bisnis LNG jadi pengeksport terbesar pula mosok iya gak ada orang Indonesia yang mampu ngurusin liquefaction unit, ngurusin refrigeration unit, ngurusin kapal2 yang nanti bakal berseliweran di teluk bintuni etc. Jawabnya…bukannya gak mampu mbak, tapi gak ada….gak ada yang mau kalo kita tawarin kerja di Papua, mereka semua milih pergi ke Qatar, alasannya? apalagi….gaji lebih besar, semua terjamin, lokasi kerja juga mungkin lebih enak, daripada hutan belantara papua;p bukannya gak punya nasionalisme tp gimana donk…tawarannya jauh lebih menarik hmmm…ya wajar juga sih, sebagai manusia selalu ingin kualitas hidupnya menjadi lebih baik antara lain dalam hal materi, tapi sebagai warga negara apakah tidak ada sedikitpun rasa cinta untuk membangun tanah air kita tercinta. GUBRAK!!! gaya benerrrr, tapi klo gue jadi mereka juga hmmm…milih kerja di Qatar duonk ahhh hehehe ;p
ada 1 pertanyaan lagi yang menganjal…sejak tahun 1971, gas kita dikuras dan dijual tp kenapa level Indonesia gak naik2 ya, perasaan dari dulu statusnya negara berkembang melulu…ato mungkin ada yg terlewat oleh gue, mungkin sebelum tahun itu status kita sempat jadi negara miskin?!?!?!
anu…mangkanya dhuit pe-em-te buat nasional dinaikin dunk….
tergantung siapa yg bikin kriteria ‘negara berekembang’…
besok-besok kalo nemu gas lagi nggak usah disetor ke luar negeri. Biarin kategori pengeksport terbesar digusur. Yang penting domestik tercukupi, pabrik pupuk buka lagi, pe-el-en nyala terus, dan nggak ribut konversi lagi…
Setujuuuuuuu!!! gak papa gak jadi pengeksport gas asal kita gak kekurangan gas…tp gelar negara terkorup jg sekalian digusur bisa gak? malu neh disini, mosok hampir semua temenku tau klo di Indonesia byk kasus korupsi…