Entah memang sudah menjadi sifat dasar manusia untuk tidak mudah menerima perubahan atau dari berjuta manusia, hanya segelintir yang memiliki sifat itu, yang jelas saat ini perasaan takut pada perubahan itu sedang gue alami. Meskipun gue sudah berkali-kali menghadapi perubahan yg begitu cepat dan drastis tapi entah kenapa masih saja rasa takut itu ada. Takut….takut…bagaimana nanti kalo perubahan yang terjadi membuat gue merasa lebih buruk dan lebih parah lagi perubahan itu membuat gue merasa kesepian…
Ngobrol pagi2, entah kenapa tiba2 seorang temanku bertanya…”apa yg kamu lakukan kalo sedang kesepian?” “siapa yang kamu hubungi kalo sedang kesepian?”hmm pertanyaan yg bagus dan seharian ini membuat aku berfikir. Aku tidak bisa mendefinisikannya, aku tidak bisa mengatakan dengan pasti apa namanya…yang pasti selama beberapa tahun terakhir ini aku punya seseorang yang sangat baik, entah kenapa dialah yang pertama kali aku hubungi kalo aku mengalami fasa tidak menyenangkan yang disebut “kesepian”. Seperti temanku tadi berkata “meskipun gue menghubungi teman-teman gue pada saat gue kesepian, tapi hanya 1 orang itu yang bisa membuat gue merasa lupa pada perasaan sepi, merasa diperhatikan meskipun hanya sekedar imel, sms atau hal2 dan kata2 sederhana lainnya”. Sampai sekarang yang gue tau, dia adalah teman terbaik yang pernah ada disaat-saat hidup terburuk yang pernah gue alami…satu hal yang tak terlupakan.
Mungkin mengikuti prinsip bahwa bumi bulat, semua pasti akan merasakan perubahan, siang dan malam, bahagia dan sedih, tangis dan tawa, bertemu dan berpisah, berhasil dan gagal, untung dan malang, baik dan buruk, kelahiran dan kematian, keadaan dan ketiadaan semuanya adalah sebuah kewajaran tapi kenapa harus dipersalahkan bila salah satu hal diatas terjadi atas diri seseorang. Semua orang sejatinya ingin yang terbaik untuk dirinya, semua orang ingin merasa bahagia dan merasa bahwa jalan yang dia tempuh akan membawanya menuju kebahagiaan, kalaupun akhirnya jalan itu salah dan membawanya kedalam keterpurukan, menurut gue lagi2 itu wajar, manusia kan bukan makhluk sempurna. Fiuh…kadang hal-hal tidak penting begini jadi pikiran hanya karna kondisi lingkungan sedang mendukung.
Nah..Baiklah…
Aku kehilangan orang ‘itu’…untuk kesekian kali…dan aku kesepian lagi…
pilih mana bansay, feeling lonely among a hectic crowd atau feeling fulfilled alone? = )
lah koq elu pake2 imoet sih hehehe ngikut2 aja ;p btw 2-2nya udah pernah gue rasain sih sekarang lg yg fulfilled alone tp tar begitu pulang ke jakarta hehehe ganti lg feeling lonely in a hectic crowd…hmm tp gak pengen alone mulu ah ut ah hehehe…